Akhir akhir ini, dunia digegerkan dengan rumor pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un meninggal dunia. Rupanya rumor meninggalnya Kim Jong Un ditepis oleh Moon Chung in, penasihat kebijakan luar negeri Presiden Korea Selatan Moon Jae in dikutip dari , Senin (27/4/2020). "Kim Jong Un masih hidup dan sehat. Dia telah tinggal di daerah Wonsan sejak 13 April."

Munculnya rumor tersebut dimulai sejak ketidakhadirannya pada perayaan ulang tahun almarhum kakeknya dan pendiri negara Kim Il Sung pada 15 April 2020 lalu. Padahal, Kim terlihat empat hari sebelumnya pada pertemuan biro politik, pada 11 April 2020. Sejak saat itu, rumor pun muncul dari beberapa catatan yang saling bertentangan tentang keberadaan dan kesehatannya.

Terlebih publik menyoroti soal kebiasaan merokoknya, kenaikan berat badan yang jelas terlihat sejak mengambil alih kekuasaan, dan juga penyakit kardiovaskulernya. CNN pada awal minggu lalu melaporkan, berdasarkan laporan intelijen AS, Kim sedang dalam kondisi kritis setelah operasi. Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN pada Senin lalu, kekhawatiran tentang kesehatan Kim dapat dipercaya, tetapi tingkat keparahannya sulit untuk dinilai.

Sebuah situs web bernama Daily NK, yang sebagian besar dijalankan oleh para 'pembelot' Korea Utara, mengatakan kondisi Kim sedang berada dalam proses pemulihan pada pekan lalu. Kim diketahui tengah berada di sebuah vila di Kabupaten Hyangsan di provinsi P'yongan Utara setelah menjalani operasi pada 12 April lalu. Selain itu, kantor berita Newsis mengutip sumber sumber intelijen Korea Selatan pada hari Jumat lalu melaporkan, kereta khusus untukdigunakan Kim telah terlihat di Wonsan, sementara pesawat pribadi sang diktator tetap berada di Pyongyang.

Menurut artikel yang diterbitkan oleh 38 Utara, kehadiran kereta tidak membuktikan Kim berada di kompleks Wonsan. Namun dapat "memberikan bobot" pada laporan bahwa Kim tinggal di daerah itu. 38 Utara yang menerbitkan analisis tentang urusan Korea Utara dan merupakan proyek dari Henry L. Stimson Centersebuah think tank yang berbasis di Washington DC juga melaporkan stasiun kereta itu"disediakan untuk digunakan oleh keluarga Kim."

Gambar satelit menunjukkan kereta tidak ada di daerah itu pada 15 April, tiba sekitar 21 April dan terus berada di lokasi pada 23 April. Pada 23 April, kereta "tampaknya direposisi untuk keberangkatan," tulis laporan 38 Utara. Laporan dari dalam Korea Utara sulit untuk diketahui karena ketatnya kontrol negara itu dalam menyampaikan informasi ke dunia luar.

Kim, pemimpin turun temurun generasi ketiga yang berkuasa setelah kematian ayahnya pada tahun 2011, tidak memiliki penerus yang jelas di negaranya yang bersenjata nuklir. Tentu hal itu bisa menimbulkan risiko internasional yang besar. Dia telah menghilang dari liputan di media pemerintah Korea Utara sebelumnya.

Kim sempat menghilang selama lebih dari sebulan di tahun 2014 dan kemudian, TV pemerintah Korea Utara menunjukkan dia berjalan dengan pincang. Media tersebut juga menulis, Kim saat ini telah menerima perawatan di sebuah vila di Kabupateng Hyangsan. Setelah menilai bahwa kondisi Kim telah membaik, sebagian besar tim medis yang merawatnya kembali ke Pyongyang pada 19 April.

Sementara beberapa dari mereka tetap mengawasi kesehatan Kim. CNN tidak dapat mengkonfirmasi laporan secara independen. Namun pada hari Minggu, surat kabar negara Korea Utara Rodong Sinmun mengatakan Kim mengucapkan terima kasih kepada para pekerja yang membantu merenovasi kota Samjiyon di Korea Utara.

Namun, sekali lagi, CNN tidak dapat secara independen mengkonfirmasi keaslian laporan hari Minggu itu dan apakah ucapan terima kasih datang langsung dari Kim.