Pemerintah Belgia memutuskan untuk melonggarkan pembatasan terkait virus corona di negara tersebut, Rabu (3/6/2020). Perdana Menteri Belgia, Sophie Wilm├Ęs mengatakan, kafe, restoran, dan pusat kebugaran akan dibuka kembali di Belgia pada 8 Juni 2020 mendatang. Dewan Keamanan Nasional Belgia menyimpulkan, negara dapat mengikuti rencana untuk melonggarkan lockdown setelah analisis situasi epidemiologis keluar.

Lebih jauh, Dewan Keamanan Nasional Belgia menyatakan, setelah tiga bulan, kafe, bar, dan restoran akhirnya dapat menyambut pelanggan mereka. Namun, mereka wajib mengikuti pedoman kesehatan dan menjaga jarak dengan ketat untuk mencegah penyebaran virus corona. Pelayan restoran harus mengenakan masker wajah dan menjaga jarak 1,5 meter antar meja.

Pusat kebugaran juga dapat dibuka kembali dengan batasan. Klien tidak dapat menggunakan kamar ganti atau mandi. Mereka dianjurkan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum memulai latihan.

Tempat peribadatan juga akan dibuka kembali dengan jumlah kehadiran tak lebih dari 100 orang. Secara terpisah, fase pelonggaran pembatasan berikutnya akan dimulai pada 1 Juli 2020 mendatang. Kolam renang, spa, serta acara budaya dengan audiensi mencapai 200 orang akan diizinkan.

Lebih jauh, Belgia telah menjadi satu di antara negara paling parah terkena dampak Covid 19 di Eropa. Belgia mengalami peningkatan yang signifikan selama satu bulan terakhir. Total infeksi yang dilaporkan Belgia mencapai 58.685 kasus, dengan 8.522 kematian.

Sejak muncul di China, virus corona telah menyebar di 200 negara dan wilayah di dunia. Total kasus saat ini mencapai 6.561.235 dengan 386.731 kasus kematian dan 3.158.183 orang sembuh. Meski virus corona tercatat pertama kali di Wuhan, China, tapi kini Amerika Serikat (AS) menjadi urutan pertama yang memiliki jumlah kasus infeksi terbanyak di dunia.

Menurut data terbaru di worldometers.info, total kasus virus corona di AS telah menembus angka 1,901,522 pasien, setelah melaporkan 20,317 kasus baru. Sementara, total kematian di AS mencapai 109,140 jiwa dan pasien sembuh ada 685,584 orang. Dengan angka tersebut, AS menempati posisi pertama total kasus secara global.

Brasil ada di posisi ke 2 dunia mengonfirmasi infeksi virus corona sebanyak 583,980 jiwa, melaporkan 27.312 kasus baru.