Lem keramik dibutuhkan untuk pemasangan lantai agar bisa merekat dengan sempurna dan tahan lama. Kebutuhannya pun perlu dihitung untuk meminimalkan pemborosan. Jadi, dana anggaran bisa dihemat.
Rumus untuk menghitung kebutuhan tersebut dapat dilihat dalam ulasan menarik ini. Namun sebelumnya, Anda bisa memahami faktor-faktor apa saja yang memengaruhinya.
Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Lem Keramik
Ada beragam faktor yang dapat memengaruhi kebutuhan tile adhesive sehingga perlu Anda perhatikan agar tidak salah dalam menghitungnya. Berikut di antaranya.
● Ukuran dan Jenis Keramik
Ukuran lantai tentu akan memengaruhi kebutuhan lem. Semakin besar ukurannya, maka semakin banyak juga perekat yang dibutuhkan untuk memasangnya.
Namun, hal ini akan mengalami penyesuaian lagi berdasarkan luas ruangan yang akan dipasang.
Selain itu, jenis juga akan memengaruhi. Lantai yang berpori akan membutuhkan lebih banyak tile adhesive karena sifatnya yang mampu menyerap lebih banyak.
Tidak hanya itu, keramik berbasis kaca atau homogen juga membutuhkan perekat berdaya rekat tinggi.
● Jenis Permukaan
Tak hanya lantai, jenis permukaan juga akan memengaruhi. Contohnya, beton kasar atau tak rata akan membutuhkan perekat lebih banyak agar bisa mengisi celahnya. Sebaliknya, plesteran halus atau acian rapi akan membutuhkan lebih sedikit.
Selain itu perlu diketahui bahwa permukaan yang mempunyai porositas tinggi mampu menyerap air perekat. Jadi, lapisan lebih tebal atau primer tambahan akan diperlukan.
Maka dari itu, Anda perlu memastikan permukaan area lantai yang akan dipasangi keramik. Setelah itu, cek untuk mengetahui kebutuhannya sebelum membeli perekat.
● Jenis Perekat
Ada berbagai jenis tile adhesive yang beredar di pasaran untuk dipilih sesuai kebutuhan. Thin-bed adhesive lebih cocok untuk pemasangan keramik kecil hingga menengah dengan ketebalan tipis.
Biasanya, thin bed digunakan pada berbagai area biasa yang terbebas dari air. Contohnya adalah kamar atau dapur rumahan.
Lalu, ada juga medium-bed yang cocok untuk digunakan pada permukaan sedikit bergelombang. Keramik berukuran besar juga membutuhkan perekat seperti ini agar bisa menempel dengan maksimal.
Bila Anda ingin memasang keramik berat atau di area khusus, seperti kolam dan dapur industri, maka heavy-duty layak untuk dipertimbangkan. Lem berjenis ini mampu mengatasi segala tantangan yang akan diperoleh area khusus ini sehingga tahan lama.
● Ketebalan Aplikasi
Umumnya, pemasangan keramik standar membutuhkan ketebalan 3 hingga 6 milimeter. Namun, lantai berukuran besar atau pemasangan pada permukaan bergelombang akan membutuhkan ketebalan hingga 10 milimeter.
Semakin tebal pemasangannya, tentu tile adhesive yang digunakan akan lebih banyak. Jadi, Anda perlu memperhatikan ketebalan pemasangan tersebut untuk menentukan kebutuhannya. Baru Anda bisa membeli perekat sesuai kebutuhan ini agar tak boros.
● Pola Pemasangan
Terkadang, keramik tak hanya dipasang secara lurus, namun juga bisa berbentuk anyaman, diagonal, atau zigzag. Pola seperti ini akan membutuhkan lebih banyak lem karena ada lebih banyak penyesuaian dan potongan.
Bila Anda ingin menghemat perekat, maka pemasangan lurus bisa dilakukan. Selain itu, pemasangan ini juga cenderung lebih efisien daripada berpola.
Jadi sebelum membeli perekat dalam jumlah tertentu, Anda perlu mengetahui pola yang digunakan suatu ruangan.
Lalu, hitung tile adhesive yang dibutuhkan ruangan tersebut. Kebutuhan antar ruang bisa saja berbeda jika pola yang digunakan juga berbeda

Rumus Dasar Menghitung Kebutuhan Lem Keramik
Ada rumus dasar yang bisa Anda gunakan untuk menghitung kebutuhan tile adhesive. Rumus ini berlaku pada pemasangan normal dan lurus. Inilah ulasannya.
● Ketahui Rata-Rata Kebutuhan Perekat
Hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah rata-rata kebutuhan perekat. Umumnya, Anda akan memerlukan 4 sampai 5 kilogram untuk area 1 meter persegi. Hal ini tentu akan berbeda tergantung faktor-faktor yang telah disebutkan di atas.
● Contoh Rumus Sederhana
Rumus sederhana yang bisa Anda gunakan adalah sebagai berikut:
Luas lantai dalam satuan m2 x Kebutuhan perekat per m2 dalam satuan kilogram = Total kebutuhan lem dalam satuan kilogram.
● Simulasi
Untuk memudahkan Anda dalam menggunakan rumus di atas, simulasi perhitungan bisa diperhatikan. Misalnya, jika Anda ingin memasang keramik dengan pola lurus pada lantai seluas 30 m2, maka kebutuhan perekat yang harus disediakan ialah:
Kebutuhan lem total = luas lantai x kebutuhan lem rata-rata
Kebutuhan lem total = 30 m2 x 5 kg/m2
Kebutuhan lem total = 150 kg
Menggunakan Tile Adhesive dari Sika
Sekarang, Anda sudah tahu apa saja faktor dan rumus untuk menghitung kebutuhan perekat. Dengan demikian, Anda bisa meminimalkan pemborosan akibat pembelian lem yang berlebihan.
Untuk mendukung proyek Anda, berbagai produk SikaCeram Series bisa dipilih. Misalnya adalah SikaCeram®-150 CA TileFix yang bisa digunakan secara mudah dengan menambah air saja. Perekat ini juga memiliki daya lekat baik dan cocok untuk area kering.
Selanjutnya, ada SikaCeram®-180 GA TileFix yang cocok untuk area basah tak terendam, seperti kamar mandi. Daya lekatnya juga baik dan bisa dipakai dengan hanya menambah air.
SikaCeram®-200 TA Tilefix juga termasuk pada produk series ini. Lem ini cocok untuk digunakan pada area terendam air, seperti kolam renang. Selain itu, tile adhesive ini juga mempunyai daya lekat yang sangat baik pada keramik besar dengan aplikasi tile on tile.
Terakhir, ada SikaCeram®-250 StarFix yang bisa tahan dengan suhu beku dan deformable. Aplikasinya cukup mudah dengan ketebalan 1 hingga 5 milimeter.
Di sisi lain, Sika adalah pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia. Aneka proyek telah dijalankan olehnya selama 114 tahun, termasuk Museum Grand Mesir di Giza.
Jadi, apalagi yang Anda tunggu? Ayo, gunakan lem keramik Sika yang berkualitas untuk aneka proyek Anda! Klik di sini untuk informasi selanjutnya.



